Skip to Content

Menilik Data Stunting di Indonesia dan Surakarta: Ada Apa dengan Stunting?

April 16, 2026 by
Menilik Data Stunting di Indonesia dan Surakarta: Ada Apa dengan Stunting?
Karavan Media Network & Research Company
| No comments yet
Dalam kurun waktu satu dekade ke belakang, stunting selalu menjadi fokus perhatian pemerintah. Puncaknya adalah ketika program pengentasan stunting masuk dalam prioritas nasional pada 2017. Dari situ, stunting sudah tidak lagi dipandang sebatas permasalahan kesehatan, tetapi juga isu pembangunan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikeluarkan Kemenkes RI pada 2013 menunjukkan tingkat prevalensi stunting di Indonesia sangat tinggi (37%). Hal inilah yang mendasari dimulainya langkah strategis oleh pemerintah. Kasus stunting menjadi sorotan lantaran mempengaruhi faktor kesehatan generasi penerus bangsa. Tentunya stunting dapat dicegah apabila terdapat peran aktif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, sebab kekurangan gizi terutama pada anak dapat menghambat proses pertumbuhannya. Apabila hal ini terus dibiarkan dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Berdasarkan laporan dari UNICEF: National Nutrition Programme Review 2025, kasus stunting pada anak-anak usia balita di Indonesia terus mengalami penurunan hingga mencapai persentase 19,8% pada tahun 2024. Tren ini menunjukkan respons positif dari kesadaran setiap lapisan masyarakat terhadap asupan gizi bagi anak-anak khususnya balita.

Source: Pemkot Surakarta

Di Surakarta sendiri kasus stunting juga tidak luput dari pandangan pemerintah. Kendati menurut data Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terjadi penurunan prevalensi stunting menjadi 7,59% pada 2025, Pemkot tidak tinggal diam dan terus melakukan intervensi lintas sektor. Contohnya ketika Pemkot Surakarta menghadirkan program Solo Zero New Stunting untuk mengupayakan penurunan stunting dengan penimbangan serentak bagi anak-anak serta edukasi bagi keluarga. Program ini pun dapat berjalan berkat adanya kerja sama dari berbagai elemen seperti puskesmas, posyandu, dan tentunya masyarakat.

Pada 3 Februari 2025, Pemkot Surakarta meresmikan salah satu programnya yakni layanan baby spa. Dengan metode terapi fisik dan relaksasi, layanan ini dinilai dapat meningkatkan tumbuh kembang anak karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga oleh minimnya stimulasi perkembangan motorik. Melalui layanan ini, Pemkot Surakarta menjadi kota pertama di Jawa Tengah yang memiliki layanan baby spa sebagai bentuk pencegahan stunting.

Dalam pencegahan stunting perlu adanya andil dari berbagai lapisan masyarakat, salah satunya yang paling dekat yakni keluarga dan diri sendiri. Usia remaja terkhususnya putri bisa mulai mengonsumsi tablet tambah darah, makanan bergizi, serta tidur yang cukup. Kemudian dari segi orang tua, bagi ibu hamil bisa terus melakukan kontrol rutin terkait kesehatan janin serta memperoleh asupan makan bergizi, di mana tentunya hal ini juga perlu terdapat andil dari calon ayah untuk dapat mencukupi kebutuhan asupan gizi keluarga sehari-hari, tidak merokok, dan selalu hadir dalam keluarga.

Source: Kemenkes

Asupan makanan bergizi dapat dimulai dengan Isi Piringku yang merupakan salah satu kampanye dari KEMENDUKBANGGA (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga). Konsep ini menjadi pengganti dari kampanye 4 Sehat 5 Sempurna karena dianggap lebih jelas, terukur, dan seimbang. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat memenuhi asupan gizi dimulai dari meja makan.

Anggraini Putri Widiyanto
By Configured Indonesia
Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment
Lagi, Lorin Group Solo Berangkatkan Umrah Tamu Iftar dalam program hadiah grandprize umrah iftar Lorin Group Solo