Forkesi Surakarta Hadirkan “Februari Kasih Inklusif 2026”, Gerakan Seni dan Pemberdayaan Inklusif bagi UMKM Disabilitas
Surakarta, Februari 2026 – Dalam semangat kasih, empati, dan kesetaraan, Forum Kesejahteraan Sosial Inklusif (Forkesi) Surakarta bersama berbagai mitra kolaborasi menghadirkan “Februari Kasih Inklusif 2026”, sebuah gerakan seni dan pemberdayaan inklusif yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pendekatan seni dan ekonomi kreatif.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 14 - 16 Februari 2026, pukul 09.00 - 17.00 WIB, bertempat di Selasar Ngarsopuro, Kota Surakarta, dengan venue tambahan di Kelurahan Keprabon. Program ini dirancang sebagai ruang ekspresi, pembelajaran, serta penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM disabilitas dan masyarakat inklusif.

Tantangan Akses Kerja dan Penguatan UMKM Disabilitas
Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perusahaan diwajibkan memberikan kuota kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, yakni minimal 2 persen pada BUMN dan 1 persen pada BUMS. Namun, dalam praktiknya, realisasi penyerapan tenaga kerja disabilitas di sektor formal masih sangat terbatas.
Keterbatasan akses tersebut mendorong kewirausahaan sebagai salah satu pilihan paling realistis untuk mencapai kemandirian ekonomi. Meski demikian, pengembangan usaha tidak dapat berjalan secara individual. Diperlukan pelatihan keterampilan, pendampingan berkelanjutan, akses promosi dan pasar, kolaborasi lintas sektor, serta pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Melihat kebutuhan tersebut, Forkesi Surakarta menghadirkan “Februari Kasih Inklusif 2026” sebagai bagian dari solusi konkret dalam membangun ekosistem UMKM disabilitas yang kuat, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Solo sebagai Ruang Tumbuh Ekonomi Kreatif Inklusif
Sebagai kota budaya dengan kekuatan seni dan kreativitas yang kuat, Surakarta memiliki modal sosial dan kultural yang strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif inklusif. Seni kriya, batik, fashion, kuliner, hingga pertunjukan jalanan menjadi ruang potensial bagi pelaku UMKM disabilitas untuk tumbuh dan berkembang.
Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya dimaknai sebagai media ekspresi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Inklusi sosial dan penguatan identitas budaya lokal diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan ruang partisipasi yang setara.

Dukungan Pemerintah dan Komitmen Forkesi
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Wali Kota Surakarta selaku Bunda Penggerak Inklusi sekaligus Pembina Forkesi Surakarta, yang secara konsisten mendorong kebijakan dan gerakan sosial berbasis inklusi di Kota Surakarta.
Ketua Forkesi Surakarta, Nana Sunar Sasih, menyampaikan bahwa Februari Kasih Inklusif merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Ketika akses kerja formal masih terbatas, kewirausahaan perlu diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, dan pembangunan ekosistem yang saling terhubung. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi inklusif di Kota Solo.
Rangkaian Agenda Kegiatan
“Februari Kasih Inklusif 2026” Mengusung tema “Merayakan Kasih melalui Seni, Empati, dan Ruang Ekspresi Setara bagi Semua”, menghadirkan berbagai kegiatan partisipatif, antara lain:
- Pameran karya anak disabilitas
- Fun drawing bersama Forkesi di Solo Art Market
- Workshop seni dan kriya (gantungan kunci perca)
- Workshop minuman sehat penunjang imun puasa
- Talk show dan sesi berbagi inspirasi bersama Lorenzo Gabriano (difabel berprestasi)
- Fashion show on the street
- Penandatanganan MoU dengan Karavan FM dan Four K Media
- Penandatanganan MoA dengan FSRD ISI Surakarta
- Penandatanganan MoA dengan FSP ISI Surakarta
- IA dengan Tata Kelola Seni, Seni Murni, Intermedia, Fotografi, dan Desain Mode Batik ISI Surakarta
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Forkesi Surakarta dengan komunitas seni, media, pelaku UMKM, serta institusi pendidikan seni di Kota Surakarta.

Masyarakat diundang untuk hadir, mendukung produk UMKM disabilitas, serta menjadi bagian dari gerakan inklusi yang mendorong kesetaraan secara nyata. Inklusi tidak hanya tentang kepedulian, tetapi juga tentang membuka akses, memperkuat kapasitas, dan memastikan keberlanjutan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.
Informasi dan Kontak:
Instagram: @forkesi_surakarta
WhatsApp: +62 878-1895-7709 (Admin)