Surakarta, 3 September 2026 – Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) Surakarta resmi dinahkodai rektor baru. Pergantian ini ditandai dengan upacara pelantikan pejabat struktural untuk periode 2026-2030 pada Rabu (2/9/26).
Acara yang berlangsung di Ruang Multifunction Hall Gedung 6 UPITRA ini melantik Neil Semuel Rupidara, Ph.D. sebagai rektor menggantikan Dr. Francisca Ninik Yudianti yang menjabat untuk periode sebelumnya. Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh CEO PT Triputra Edukasi Nusantara (TEN) sekaligus ketua Yayasan Santo Yosef Maria Pignatelli Surakarta, Yohanes Tan.
Dalam sambutannya, Yohanes mengucapkan selamat kepada Neil dan jajaran yang turut dilantik pada kesempatan yang sama. “Atas nama TEN, yayasan, dan seluruh keluarga besar UPITRA, saya mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak sebagai Rektor Universitas Pignatelli Triputra,” ucap Yohanes.
Yohanes melanjutkan bahwa pergantian ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum untuk keberlanjutan nilai dan karakter UPITRA. Dia juga menitipkan pesan pada Neil untuk menerapkan empat poin Triputra DNA, yaitu Integrity, Excellence, Humility, dan Compassion plus character. Baginya, empat poin tersebutlah yang menjadi faktor pembeda UPITRA. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, melalui DNA tersebut UPITRA ingin mengupayakan lulusan yang memiliki karakter baik dan dapat dipercaya.

Memasuki babak baru ini, Yohanes juga mencanangkan UPITRA untuk dapat meningkatkan kualitas dengan pencapaian Akreditasi Unggul. Dengan begitu, universitas dapat meningkatkan kepercayaan dan proporsi nilai di ekosistem akademik.
Di akhir, Yohanes menyampaikan kepada Neil untuk menjalankan amanah kepemimpinan ini dengan tetap menjaga kualitas akademik, keberlanjutan dan pertumbuhan institusi, dan mampu memimpin dengan hati. Tidak lupa, dia juga mengapresiasi Ninik Yudianti yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai rektor sebelumnya.
“Pak Neil, jadilah rektor yang bukan hanya memimpin UPITRA, tetapi melayani UPITRA; bukan hanya membangun sistem, tetapi membangun manusia; bukan hanya mengejar excellence, tetapi memastikan excellence itu berkelanjutan,” tandasnya.