Surakarta – Kota Surakarta kembali menjadi panggung bagi perayaan musik keroncong melalui penyelenggaraan Solo Keroncong Festival (SKF) 2026. Festival budaya tahunan ini kembali hadir sebagai wadah pelestarian sekaligus pengembangan musik keroncong dengan mengusung tema "Keroncong Pusaka Nusantara", yang dipadukan dengan konsep "Keroncong Majestic" serta tagline "Memayu Hayuning Keroncong".
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2009, Solo Keroncong Festival terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi musik keroncong sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Tahun ini, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi, edukasi, serta diplomasi budaya yang mendorong keroncong tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan industri kreatif dan arus globalisasi.
Tema "Keroncong Pusaka Nusantara" merepresentasikan keroncong sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui konsep "Keroncong Majestic", festival menghadirkan kemegahan nuansa budaya keraton yang dipadukan dengan kreativitas para musisi masa kini, sehingga mampu menghadirkan pengalaman musikal yang lebih segar tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Sebelum memasuki puncak acara, Solo Keroncong Festival 2026 telah menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Program Road to Solo Keroncong Festival dimulai pada 19 Juni 2026 di Pasar Gede, dilanjutkan dengan Lomba Menyanyi Keroncong pada 26 Juni 2026 di RRI Surakarta, serta penampilan berikutnya pada 3 Juli 2026 di Koridor Gatot Subroto. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan musik keroncong kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi bagi generasi muda.
Puncak Solo Keroncong Festival 2026 akan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. Selama dua hari penyelenggaraan, festival akan menghadirkan beragam penampilan dari musisi dan seniman keroncong nasional maupun internasional. Nama-nama seperti Tuti Maryati, Iga Mawarni, dan Hendri Lamiri dijadwalkan tampil bersama kelompok keroncong dari berbagai daerah hingga komunitas keroncong internasional yang akan memperkaya warna musikal dalam festival tahun ini.
Tidak hanya menjadi panggung apresiasi seni, SKF 2026 juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku seni, institusi budaya, akademisi, komunitas, hingga pelaku UMKM. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi Surakarta sebagai salah satu kota budaya di Indonesia.
Masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat mengikuti kemeriahan Solo Keroncong Festival 2026 melalui siaran langsung dan berbagai konten digital yang disediakan melalui kanal YouTube resmi DISBUDPAR Surakarta, YouTube Pariwisata Solo, serta akun Instagram resmi @solokeroncongfestival.id.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Solo Keroncong Festival diharapkan terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga keberlangsungan musik keroncong sebagai identitas bangsa. Lebih dari sekadar festival musik, SKF menjadi simbol pelestarian budaya yang terus berkembang, mampu menjangkau generasi muda, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.