Skip to Content

SIPA 2026 Hadirkan Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”, Hubungkan Budaya Melampaui Batas Geografis

September 9, 2026 by
SIPA 2026 Hadirkan Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”, Hubungkan Budaya Melampaui Batas Geografis
Karavan Media Network & Research Company
| No comments yet

Surakarta, 9 September 2026 – Solo International Performing Arts (SIPA) menandai konsistensinya menghadirkan wadah seni pertunjukkan dalam penyelenggaran yang ke-18 di tahun ini. Dengan membawa semangat baru, SIPA 2026 akan mempertemukan seniman dari berbagai belahan dunia dan Nusantara dalam satu panggung kolaboratif. 

Mengusung tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”, festival seni pertunjukkan yang digagas pada 2009 ini merefleksikan keterhubungan budaya yang melampaui batas geografis, tradisi, dan ekspresi seni. Selain itu, festival ini juga ditujukan sebagai komitmen menjaga harmonisasi kesenian dalam negeri. 

“SIPA 2026 berkomitmen untuk menjadi sebuah lambang harmonisasi masyarakat Indonesia di tengah situasi yang cukup tidak stabil,” ungkap Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri, M.Sn. dalam sesi jumpa pers di Balaikota Surakarta pada Rabu (9/9).

Tahun ini, SIPA diramaikan oleh partisipasi dari empat negara dan sembilan daerah di Indonesia. Empat negara hadir dari Ohinemataroa (Selandia Baru), Nomadart dan Contemporary Dance Company Jayu (Korea Selatan), Seed Dance Company (Taiwan), Syurei by Ryukyu Arts Embassy dan Company Danzak (Jepang), dan KITA ! 1010 SEPTET (Jepang).

Ada pun delegasi dari Indonesia yaitu Kawedan Langen Praja Mangkunegaran (Surakarta), Gaung Marawa Indonesia (Sumatera Barat), AYI Dance Papua (Papua), Gigi Art of Dance (Jakarta), Komunitas Seni Hitam Putih (Padang Panjang), Smara Tantra (Surakarta), Aceh Performing Art (Aceh), Sanggar Bunga Rosina (Riau), dan Sanggar Seni TITIAN AKA (Sumatera Barat). 

Setiap penampil akan menyiapkan karya-karya yang merepresentasikan kekayaan identitas budaya sekaligus eksplorasi artistik, mulai dari tari, musik, hingga seni teatrikal. Karya-karya yang dihadirkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga wadah pertukaran buadya yang meruntuhkan sekat perbedaan melalui bahasa universal seni.

Rangkaian SIPA 2026 akan dimulai dengan Opening Ceremony sekaligus memperkenalkan Ambassador SIPA 2026, Gondrong Gunarto bersama Semarak Candrakirana x Ekosdance Company x Sanggar Sikambang Manih.

Adapun acara inti akan digelar dalam tiga hari pada 10 – 12 September 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Surakarta dengan jadwal sebagai berikut:

Hari Pertama

Ohinemataroa (Selandia Baru), Nomadart (Korea Selatan), Seed Dance Company (Taiwan), Kemantren Langenpraja Mangkunegaran (Surakarta), dan Gaung Marawa (Sumatera Barat).

Hari Kedua

AYI Dance Papua (Papua), Gigi Arts of Dance (Jakarta), Syurei by Ryukyu Arts Embassy (Jepang), Komunitas Seni Hitam Putih (Padang Panjang), dan Smara Tantra (Surakarta)

Hari Ketiga

Aceh Performing Arts ISBI Aceh (Aceh), Syurei by Ryukyu Arts Embassy (Jepang), Sanggar Bunga Rosina (Dumai), Contemporary Dance Company Jayu (Korea Selatan, Company Danzak (Jepang), Sanggar Seni TITIAN AKA (Sumatera Barat), dan KITA! 1010 SEPTET (Jepang).

Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment
Azana Hospitality Raih Jamsostek Star Bintang Lima 2026, Dukung Perlindungan 1.000 Pekerja Rentan di Surakarta