SURAKARTA – Rumah Sakit “JIH” Solo kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang PERHUMASRI Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Forum Humas 2026 yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta, Thamrin, pada 15–16 Oktober 2026.
Tiga kategori yang berhasil diraih RS “JIH” Solo meliputi Most Engaged TikTok, Most Engaged Instagram, dan Most Exposed Online News. Penghargaan diterima langsung oleh Public Relations RS “JIH” Solo, Adil Erdita Ayu Marta, pada Kamis (15/10).
Pencapaian ini menjadi kelanjutan dari prestasi rumah sakit tersebut pada 2025, ketika berhasil memperoleh penghargaan Most Engaging Hospital Instagram. Tahun ini, RS “JIH” Solo memperluas capaian dengan meraih pengakuan dalam tiga kategori sekaligus, baik dalam pengelolaan media sosial maupun eksposur pemberitaan di media daring.
Public Relations RS “JIH” Solo, Adil Erdita Ayu Marta, menjelaskan bahwa keberhasilan komunikasi digital tidak terlepas dari strategi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap platform. Instagram difokuskan sebagai media penyampaian informasi, edukasi kesehatan, dan interaksi dengan masyarakat. Sementara itu, TikTok dimanfaatkan untuk menghadirkan konten kreatif dan menghibur yang memperlihatkan sisi humanis rumah sakit, termasuk melalui keterlibatan para karyawan.

Menurut Adil, komunikasi rumah sakit perlu dikemas secara beragam agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas tanpa mengesampingkan nilai profesionalisme.
“Tidak semua konten rumah sakit harus berbicara tentang penyakit atau layanan medis. Melalui konten hiburan yang ringan dan relevan, kami ingin memperlihatkan bahwa rumah sakit juga memiliki sisi yang hangat, menyenangkan, dan dekat dengan masyarakat, tanpa meninggalkan profesionalisme,” ujar Adil.
Selain keberhasilan di media sosial, penghargaan Most Exposed Online News menjadi bentuk apresiasi atas upaya RS “JIH” Solo dalam membangun hubungan dengan media massa. Upaya tersebut diwujudkan melalui publikasi informasi kesehatan, pengenalan inovasi layanan, serta penyampaian berbagai kegiatan rumah sakit yang memiliki nilai informasi bagi publik.
Adil menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi tidak semata-mata diukur dari jumlah penayangan, tanda suka, maupun interaksi di media sosial. Lebih dari itu, komunikasi yang efektif harus mampu membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.
“Bagi kami, keberhasilan komunikasi bukan hanya tentang seberapa banyak konten dilihat atau disukai. Engagement menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan, tetapi kepercayaan masyarakat tetap menjadi tujuan utama,” tambahnya.
PERHUMASRI Awards 2026 merupakan bagian dari Forum Humas yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI). Forum ini menjadi wadah bagi para praktisi humas rumah sakit untuk berbagi wawasan dan memperkuat kompetensi, dengan pembahasan yang mencakup transformasi kehumasan, pengelolaan reputasi digital, hingga strategi komunikasi krisis di lingkungan rumah sakit.

Bagi RS “JIH” Solo, raihan tiga penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan strategi komunikasi yang inovatif, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, rumah sakit berkomitmen menghadirkan informasi yang bermanfaat sekaligus membangun kedekatan dengan publik melalui berbagai kanal komunikasi.
“Penghargaan ini bukan titik akhir. Kami ingin terus membangun komunikasi yang tidak hanya membuat rumah sakit semakin dikenal, tetapi juga semakin dipercaya,” pungkas Adil.