Skip to Content

RS JIH Solo Jadi RS Swasta Pertama di Jateng-DIY Hadirkan Layanan Implan Koklea

August 9, 2026 by
RS JIH Solo Jadi RS Swasta Pertama di Jateng-DIY Hadirkan Layanan Implan Koklea
Karavan Media Network & Research Company
| No comments yet

SOLO, 8 Agustus 2026 — RS JIH Solo mencatatkan tonggak baru dalam pengembangan layanan kesehatan dengan melaksanakan tindakan implan koklea pada pasien anak. Layanan tersebut menjadikan RS JIH Solo sebagai rumah sakit swasta pertama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) yang menghadirkan layanan implan koklea.

Implan koklea merupakan perangkat elektronik yang dirancang untuk membantu pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural berat hingga sangat berat, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan manfaat optimal dari penggunaan alat bantu dengar konvensional.

Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya RS JIH Solo untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan penanganan gangguan pendengaran yang lebih komprehensif, khususnya bagi pasien di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Direktur Medik & Keperawatan RS JIH Solo, dr. Wisnu Prima Putra, M.Kes, mengatakan pengembangan layanan implan koklea merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus menghadirkan layanan unggulan yang didukung teknologi medis sesuai kebutuhan pasien.

“Hadirnya layanan Implan Koklea di RS JIH Solo merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap layanan ini dapat memberikan pilihan penanganan yang lebih dekat dan komprehensif bagi pasien dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat di Jawa Tengah.”

Dokter Spesialis THT-KL RS JIH Solo, dr. Dimas, menjelaskan bahwa tindakan implan koklea tidak dapat dilakukan secara langsung kepada setiap pasien dengan gangguan pendengaran. Pasien terlebih dahulu harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan evaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan indikasi medis.

Menurutnya, implan koklea memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan alat bantu dengar biasa. Perangkat tersebut memberikan stimulasi listrik secara langsung pada saraf pendengaran sehingga dapat membantu pasien tertentu dalam memperoleh akses terhadap suara.

“Implan koklea bukan sekadar alat bantu dengar. Perangkat ini memberikan stimulasi listrik pada saraf pendengaran. Pada anak, deteksi dan intervensi sedini mungkin menjadi sangat penting karena berkaitan dengan perkembangan kemampuan mendengar, bahasa, dan komunikasi. Namun, keputusan untuk melakukan implan tetap harus berdasarkan evaluasi dan indikasi medis masing-masing pasien,” jelasnya.

Pasien pertama yang menjalani tindakan implan koklea di RS JIH Solo merupakan anak berusia 12 tahun. Setelah menjalani operasi, proses penanganan tidak berhenti pada tindakan pembedahan. Pasien masih membutuhkan tahapan lanjutan berupa aktivasi perangkat, mapping, rehabilitasi pendengaran, hingga terapi wicara yang dilakukan secara bertahap.

Pelaksanaan layanan implan koklea di RS JIH Solo juga mendapat dukungan dari PT Nobel, khususnya dalam aspek teknologi dan kolaborasi layanan.

Perwakilan PT Nobel, Loewis, menekankan bahwa keberhasilan penggunaan implan koklea tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. Dukungan tenaga medis, proses rehabilitasi, serta keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan pasien.

Teknologi merupakan salah satu bagian dari perjalanan pasien. Yang tidak kalah penting adalah kolaborasi antara tim medis, proses rehabilitasi, dan dukungan keluarga. Kami mengapresiasi RS JIH Solo yang telah menghadirkan layanan ini sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih dekat terhadap teknologi implan koklea,” ujarnya.

Aspek keterlibatan keluarga juga menjadi perhatian RS JIH Solo dalam pengembangan layanan tersebut. Public Relations RS JIH Solo, Adil Erdita Ayu Marta, mengatakan rumah sakit berupaya memberikan informasi yang jelas kepada keluarga mengenai proses yang dijalani pasien, termasuk melalui pengalaman pelayanan yang transparan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan privasi pasien.

Kami ingin keluarga memahami proses yang dijalani pasien dengan mendapatkan informasi yang jelas dan pengalaman pelayanan yang transparan. Bagi kami, keluarga merupakan bagian penting dalam perjalanan pengobatan pasien, termasuk dalam proses setelah operasi,” ungkapnya.

Dengan hadirnya layanan implan koklea, RS JIH Solo berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran, terutama pada anak. Identifikasi dan penanganan sejak dini dapat membantu menentukan intervensi yang sesuai berdasarkan kondisi serta indikasi medis masing-masing pasien.

Pengembangan layanan ini sekaligus memperkuat komitmen RS JIH Solo dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan mudah diakses masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar menghadirkan teknologi medis, layanan implan koklea diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan mendengar, berkomunikasi, dan menjalani masa depan secara lebih optimal.

Karena setiap anak berhak mendengar, berbicara, dan tumbuh dengan masa depan yang lebih baik.

Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment
Hailai Sinar Cemerlang (HSC) dan Sister’s Company Salurkan Ratusan Paket Sembako Melalui Program Bakti Sosial