BALI, 27 September 2026 – Karya akademisi Indonesia, Nana Sunar Sasih, S.Sn., M.Pd., meraih penghargaan The Best Paper dalam International Conference on Leadership in Education (ICLE) 2026 yang digelar di Bali pada 26–27 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas karya ilmiahnya berjudul “NLD-5T: A Five-Stage AI-Supported Learning Design Model for Preserving Learner Epistemic Agency.” Karya tersebut dipresentasikan Nana dalam sesi Oral Presentation di Room 1 pada 26 September 2026.
NLD-5T menawarkan model desain pembelajaran lima tahap yang memanfaatkan dukungan Artificial Intelligence (AI), dengan tetap menempatkan learner epistemic agency atau agensi epistemik peserta didik sebagai elemen penting dalam proses pembelajaran.
Presentasi NLD-5T menjadi bagian dari diskusi internasional ICLE 2026 yang membahas perkembangan pendidikan, kepemimpinan, AI, teknologi, bahasa, dan sustainability.
Dalam sesi yang sama, sejumlah peneliti dari berbagai negara turut mempresentasikan kajian mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan. Di antaranya Chand Sultana dari Bangladesh melalui kajian “Design, Implementation, and Assessment of Innovative AI Technologies in Education for Sustainable Learning”, peneliti dari Vietnam yang membahas sikap mahasiswa terhadap AI dalam pembelajaran, serta Dr. Huda Abdulrahman AlHamed dari Bahrain dengan “AI-Enhanced C-Her-VR”, sebuah model berbasis AI untuk pendidikan warisan budaya dan kewarganegaraan global.
Kehadiran NLD-5T menempatkan gagasan dari Indonesia dalam pembahasan global mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran tanpa menghilangkan peran aktif peserta didik.
ICLE 2026 mempertemukan akademisi, pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan dari sejumlah negara melalui berbagai agenda, mulai dari keynote, plenary session, oral presentation, hingga diskusi pendidikan.
Sejumlah pembicara utama yang hadir antara lain Dr. Laxman Gnwali, Dr. Nabin Thakur dari India, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini dari Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Ir. Berlian Al Kindhi dari Indonesia, serta Biplob Kumer Deb dari Bangladesh.
Selain Nana, sejumlah peneliti dan pendidik Indonesia juga mempresentasikan karya mereka, di antaranya Ika Desi Budiarti, Vellani Ruth Hanaya Sidauruk, dan Anang dari SMAN 3 Sukabumi, Jawa Barat. Pada hari kedua konferensi, Assoc. Prof. Yudi Agusta, Ph.D. juga hadir sebagai keynote speaker dengan topik “AI-Enhanced Education: A Catalyst for Global Citizenship.”
Berbagai sesi lainnya membahas isu sustainability, kepemimpinan pendidikan, kesejahteraan peserta didik, perubahan iklim, serta transformasi pendidikan.

Perolehan The Best Paper menjadi capaian penting dalam pengembangan NLD-5T sekaligus memperkenalkan gagasan dari Indonesia dalam percakapan akademik mengenai masa depan pendidikan berbasis teknologi dan AI.
Melalui model tersebut, Nana tidak hanya menyoroti pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga pentingnya mempertahankan epistemic agency peserta didik.
Nana Sunar Sasih menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi desain pembelajaran dari Indonesia agar dapat memberikan kontribusi pada perkembangan pendidikan global.