SURAKARTA – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan perangkat pembelajaran interaktif, kini menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Namun, transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Diperlukan kepemimpinan sekolah yang adaptif, kesiapan tenaga pendidik, serta strategi pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Isu tersebut menjadi fokus dalam Seminar Edukasi Leading Smart Schools bertema “Membangun Kelas Digital Melalui Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Interaktif” yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Surakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah dengan PT Cindiprasih Indah Karya, didukung Epson Indonesia dan Top Distributor sebagai mitra teknologi, serta Karavan TV dan FourK sebagai mitra media.
Seminar ini menjadi ruang pertemuan bagi pemangku kepentingan pendidikan dan industri teknologi untuk bertukar wawasan mengenai perkembangan inovasi digital, mulai dari kepemimpinan sekolah, penerapan teknologi visual interaktif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kegiatan pembelajaran.
Transformasi digital di lingkungan sekolah membutuhkan arah kebijakan dan kepemimpinan yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Kepala sekolah tidak hanya dituntut memahami kebutuhan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola perubahan dan mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Dalam seminar tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., dijadwalkan menyampaikan perspektif mengenai kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Selanjutnya, Sigit Wahana, S.Pd., M.Si., akan membahas strategi kepemimpinan melalui sesi Leading Smart Schools. Materi ini mengangkat pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepemimpinan yang visioner diharapkan mampu memastikan bahwa transformasi digital tidak sekadar berorientasi pada pengadaan perangkat, tetapi juga terintegrasi dengan perencanaan pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Selain aspek kepemimpinan, pemanfaatan teknologi visual menjadi salah satu pembahasan penting dalam pengembangan kelas digital. Teknologi interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi peserta didik.
Hesti Astina, Product Marketing Manager of VI/T-Series PT Epson Indonesia, dijadwalkan memaparkan perkembangan inovasi teknologi visual dan berbagai solusi digital yang dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.
Pembahasan tersebut akan dilengkapi dengan demonstrasi produk dan solusi pendidikan Epson oleh Ardian AM, Product Manager Visual Instrument PT Epson Indonesia. Melalui sesi ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi visual dimanfaatkan untuk mendukung presentasi materi, meningkatkan keterlibatan siswa, serta menciptakan interaksi yang lebih dinamis di dalam kelas.
Keterlibatan industri teknologi dalam pengembangan pendidikan menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Meski demikian, keberhasilan penerapan teknologi tetap bergantung pada kesesuaian perangkat dengan kebutuhan sekolah serta kesiapan pendidik dalam menggunakannya.
“Transformasi digital pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar-mengajar. Melalui solusi visual interaktif, Epson ingin mendukung pendidik dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif sesuai kebutuhan sekolah.” Hesti Astina, Product Marketing Manager, VI/T-Series, PT Epson Indonesia
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mengembangkan materi pembelajaran, mengeksplorasi metode pengajaran, hingga menyesuaikan pendekatan belajar berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Topik tersebut akan dibahas dalam sesi Artificial Intelligence dan Deep Learning dalam Transformasi Pendidikan oleh Nana Sunar Sasih, S.Sn., M.Pd., melalui materi bertajuk “Inovasi Pembelajaran untuk Mewujudkan Sekolah Masa Depan”.
Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan tetap perlu diimbangi dengan literasi digital dan pemahaman mengenai etika penggunaannya. Guru dan peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk menilai keakuratan informasi, memahami keterbatasan teknologi, serta menggunakan AI secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Dalam konteks ini, kehadiran teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi sarana pendukung yang memperkuat proses pembelajaran. Peran guru dalam membimbing, membangun karakter, menanamkan nilai, dan memahami kebutuhan peserta didik tetap tidak tergantikan.
Dengan pendekatan tersebut, AI dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Melalui Seminar Edukasi Leading Smart Schools, kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan industri teknologi diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya transformasi digital yang terencana dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Sinergi lintas sektor menjadi salah satu langkah untuk membantu sekolah mengadopsi inovasi yang tepat guna, sekaligus memastikan bahwa penerapan teknologi tetap memperhatikan kebutuhan peserta didik dan kesiapan tenaga pendidik.
Sekolah masa depan bukan sekadar institusi yang dilengkapi perangkat digital modern. Lebih dari itu, sekolah perlu memiliki kepemimpinan yang visioner, tenaga pendidik yang kompeten, metode pembelajaran inovatif, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Seminar Edukasi Leading Smart Schools diharapkan dapat memperluas wawasan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai potensi AI serta teknologi interaktif, sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan Indonesia yang semakin adaptif, inklusif, dan berkualitas.