SUKOHARJO, 26 September 2026 – Memperingati World Tourism Day 2026, Grand Mercure Solo Baru mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkenalkan potensi pariwisata lokal melalui kegiatan Fun Cycling – Stories Along the Way.
Kegiatan tersebut digelar bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo serta Rodalink Solo, dengan melibatkan sejumlah komunitas sepeda dari kawasan Solo Raya.
Mengusung konsep perjalanan berbasis pengalaman, kegiatan ini mengajak peserta bersepeda dari Grand Mercure Solo Baru menuju Desa Wisata Wirun. Sepanjang perjalanan, peserta diajak mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, kekayaan budaya, serta potensi wisata yang berkembang di wilayah Sukoharjo.
Salah satu rangkaian kunjungan dalam kegiatan tersebut adalah Sahasra Adhi Pura dan sentra pembuatan gamelan di Wirun. Peserta dapat melihat secara langsung proses pelestarian budaya sekaligus mengenal keterampilan masyarakat lokal yang telah menjadi bagian dari identitas Desa Wirun.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Teguh Pramono, S.H., M.H., mengapresiasi inisiatif Grand Mercure Solo Baru yang mengajak pemerintah daerah dan berbagai komunitas untuk bersama-sama mengenalkan potensi desa wisata.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam kegiatan pariwisata dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan destinasi secara lebih dekat kepada publik.
Kolaborasi semacam ini juga mempertemukan berbagai pihak, mulai dari sektor hospitality, pemerintah daerah, komunitas sepeda, hingga penggiat budaya dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi wisata lokal.
Sementara itu, Gompar Panjaitan, General Manager Grand Mercure Solo Baru, mengatakan bahwa kegiatan Fun Cycling tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel untuk ikut berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata di wilayah sekitar.
“Melalui momentum World Tourism Day ini, kami ingin menunjukkan bahwa hospitality tidak hanya hadir melalui pelayanan di dalam hotel, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun koneksi dengan lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan untuk memperkenalkan lebih banyak potensi wisata yang ada di Sukoharjo,” ujar Gompar.
Konsep Stories Along the Way menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta tidak hanya diajak menikmati aktivitas bersepeda, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana tradisi dan keterampilan masyarakat tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Kunjungan ke sentra gamelan Wirun, misalnya, memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengenal proses pembuatan salah satu produk budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Melalui pengalaman tersebut, Grand Mercure Solo Baru ingin memperluas cara pandang terhadap sebuah destinasi. Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai tempat yang dikunjungi, tetapi juga mengenai cerita, budaya, aktivitas masyarakat, serta orang-orang yang menjaga keberlangsungannya.
Ke depan, Grand Mercure Solo Baru berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan destinasi lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi pariwisata sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata di Kabupaten Sukoharjo.