Skip to Content

Gelar Premier Film “Istimewa”, FORKESI Solo Bangun Kesadaran Inklusi di Kota Ramah Difabel

September 18, 2026 by
Gelar Premier Film “Istimewa”, FORKESI Solo Bangun Kesadaran Inklusi di Kota Ramah Difabel
Karavan Media Network & Research Company
| No comments yet

Surakarta, 16 September 2026 – Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Surakarta menggelar pemutaran perdana film “Istimewa” bersama kawan-kawan difabel dan keluarga pada Jumat (11/9/2026) di XXI Solo Paragon Mall. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FORKESI dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi serta penerimaan terhadap keberagaman di Surakarta dan sekitarnya.

Film produksi Kairos Film tersebut mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan penyandang disabilitas dan keluarga mereka. Melalui cerita yang disajikan, film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi mengenai pentingnya penghargaan terhadap setiap individu, terlepas dari kondisi yang dimiliki. 

Yunia Wahdiyati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, yang turut hadir dalam acara tersebut menilai makna “istimewa” bukan sekadar tentang perbedaan, tetapi juga potensi luar biasa yang dimiliki setiap individu.

“Istimewa kalau menurut saya itu berbeda. Ada perbedaan itu yang membuat mereka ternyata memiliki sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti. Menurutnya, perbedaan merupakan sebuah anugerah yang menghadirkan kelebihan dan kekuatan tersendiri bagi setiap orang.

“Adalah suatu anugerah karena berbeda dengan yang lainnya dan pastinya mempunyai kelebihan yang luar biasa dibanding yang lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur dan Aktivis PPRBM Solo Sunarman Sukamto menyoroti peran film sebagai media edukasi yang mampu membentuk cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Film bisa menjadi media edukasi dan membangun perspektif, membangun kesadaran bahwa di tengah-tengah kita ada kawan-kawan yang memiliki pengalaman hidup, kemampuan hidup, dan cara hidup yang berbeda yang memang harus diterima serta diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya,” jelas Sunarman. 

Menurutnya, karya audiovisual memiliki kekuatan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal sehingga pesan tentang inklusi dapat diterima oleh masyarakat secara lebih luas.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Surakarta, Hernawaty. Dirinya menilai film merupakan media yang sangat kuat untuk memengaruhi cara pandang sosial sekaligus menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang masyarakat.

“Film merupakan media yang sangat kuat untuk memengaruhi peran sosial di kehidupan kita. Harapannya, dengan melihat film ini bisa menumbuhkan empati dan rasa percaya diri,” ungkapnya.

Bagi keluarga yang hadir, film “Istimewa” menghadirkan pengalaman emosional sekaligus motivasi baru dalam mendampingi anak-anak mereka. Salah satu orang tua peserta mengaku film tersebut memberikan semangat untuk terus mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kesan film “Istimewa” yang baru kita tonton sangat menarik sekali. Membuat kita yang memiliki anak istimewa semakin semangat dan tidak patah semangat. Film ini juga memberikan pesan bahwa kita harus saling menjaga anak kita dan saling mendukung agar mereka bisa mandiri,” tutur salah satu keluarga yang hadir.

Adapun sebagai penyelenggara, Ketua FORKESI Surakarta, Nana Sunar Sasih berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat komitmen Surakarta sebagai kota yang inklusif. Menurutnya, penghargaan yang telah diterima Kota Surakarta dalam bidang prakarsa inklusi perlu diwujudkan melalui fasilitas dan lingkungan yang semakin ramah bagi penyandang disabilitas.

“Harapannya ke depan benar-benar memberikan dampak dengan fasilitas yang lebih inklusif sehingga teman-teman difabel tidak merasa difabel lagi,” ujarnya.

Melalui pemutaran film “Istimewa”, FORKESI Surakarta berharap masyarakat dapat melihat disabilitas dari perspektif yang lebih positif. Tidak hanya sebagai kondisi yang berbeda, tetapi sebagai bagian dari keberagaman yang perlu diterima, dihargai, dan didukung agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Film “Istimewa” sendiri mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 17 September 2026 dan diharapkan menjadi salah satu medium yang mampu membuka perspektif, membangun empati, serta mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki nilai dan kesempatan yang sama untuk dihargai. 

Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment
Komitmen PPA Maria Martha GKI Sangkrah Solo Mengembangkan Potensi Binaan Buahkan Youth Transformation Program