Skip to Content

Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) Dimulai! Bogor Jadi Pembuka Melalui “Sangitaloka: Bambu dan Bunyi Ritus”

October 7, 2026 by
Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) Dimulai! Bogor Jadi Pembuka Melalui “Sangitaloka: Bambu dan Bunyi Ritus”
Karavan Media Network & Research Company
| No comments yet

Bogor, Oktober 2026 – Kabupaten Bogor menjadi daerah pertama dalam rangkaian pelaksanaan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026, program tahunan Kementerian Kebudayaan Indonesia yang menempatkan musik tradisi sebagai seni pertunjukan sekaligus ruang perjumpaan budaya. Tahun ini, FMTI akan diselenggarakan di sepuluh daerah di Indonesia dengan mengangkat tema yang merefleksikan kekhasan budaya masing-masing daerah tuan rumah.

Mengusung tema “Sangitaloka: Bambu dan Bunyi Ritus,” FMTI 2026 di Kabupaten Bogor menghadirkan bambu sebagai pusat pembacaan kebudayaan dan musikalitas masyarakat Jawa Barat. Istilah Sangita berarti musik dan seni pertunjukan, sementara loka berarti dunia atau ruang. Sangitaloka dimaknai sebagai dunia musik yang mempertemukan. Mempertemukan apa? Mempertemukan berbagai bunyi, praktik budaya, dan ekspresi seni dalam satu ruang dialog yang hidup.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, FMTI 2026 di Kabupaten Bogor menggelar Seminar Kebudayaan yang dilanjutkan dengan Pagelaran Musik Tradisi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 lalu. Seminar dilaksanakan di Aula Serbaguna 1, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor dengan menghadirkan narasumber yang bergerak di kesenian, lebih khusus seni tradisi Jawa Barat yaitu:

  • Hudaepah, S.Th.I., M.Hum., Dosen Program Studi Angklung dan Musik Bambu, Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung. 

  • Ilham Nurwansyah, M.Pd., filolog dan peneliti bahasa serta naskah Sunda Kuno.

  • Dody Satya Ekagustdiman, S.Kar., Sp.1., komponis asal Bandung yang berfokus pada pengembangan karawitan Sunda, khususnya instrumen kecapi.

Diskusi yang dipandu oleh Muhamad Alnoza, S.Hum., M.A. ini diharapkan menjadi ruang diskusi untuk memperkaya pemahaman publik mengenai bambu, musik tradisi, naskah budaya, serta praktik kesenian sunda.

Adapun Pagelaran Musik Tradisi digelar di VVIP barat Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor dengan dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Beragam bintang tamu hadir untuk memeriahkan acara termasuk solois yang sedang naik daun di Jawa Barat, Rita Tila. Panggung ini menjadi kesempatan bagi komunitas-komunitas tradisi lokal untuk menunjukkan bahwa seni tradisi tetap hidup, dirawat, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. 

Dalam konteks Jawa Barat sendiri, bambu memiliki kedudukan yang sangat penting. Bambu tidak hanya hadir sebagai instrumen musik tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai praktik kehidupan masyarakat, mulai dari hunian, peralatan sehari-hari, pangan, hingga ritus dan perayaan adat. Melalui bunyi yang dihasilkannya, bambu menjadi medium yang menghubungkan manusia dengan lingkungan, tradisi, dan kehidupan sosialnya.

Tema “Bambu dan Bunyi Ritus” mengajak masyarakat melihat bambu tidak sekadar sebagai material pembuat alat musik, melainkan sebagai material hidup yang tumbuh bersama kebudayaan. Bambu dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat, lentur, mudah patah, dan tidak abadi. Namun justru dari karakter tersebut, bambu menjadi simbol resiliensi, keberlanjutan, serta spiritualitas yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

Konsep “ritus” dalam tema ini merujuk pada tindakan atau tata cara pelaksanaan upacara yang bersifat seremonial, tertata, dan berlandaskan nilai-nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bunyi-bunyi yang lahir dari bambu menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga, dihidupkan, dan dimaknai kembali dalam kehidupan masyarakat masa kini.

Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment
RAYAKAN HARI BATIK NASIONAL, GRAND MERCURE SOLO BARU HADIRKAN BATIK LEBIH DEKAT DENGAN TAMU