Batik tidak lagi hanya identik dengan busana tradisional. Perkembangan fashion dan industri kreatif membuka peluang bagi batik untuk semakin relevan sebagai bagian dari lifestyle sekaligus kekuatan ekonomi kreatif.
Dalam rangka Hari Batik, semangat tersebut diangkat The Sunan Hotel Solo melalui Royal High Tea & Talkshow “Batik Naik Kelas”, Kamis (1/10), di Lobby The Sunan Hotel Solo. Mengusung tema “Merawat Warisan, Menguatkan UMKM, Menembus Pasar Masa Depan”, acara dibuka oleh General Manager The Sunan Hotel Solo, RM Azmi.
Talkshow menghadirkan Ibu Vanessa Respati Ardi, Ketua TP PKK Kota Surakarta; Ibu Anita Septi Purwarini, Branch Manager BTN KC Solo; Bapak Gunawan Setiawan, Owner Batik Gunawan Setiawan; serta Husna Novia, Putri Solo Persahabatan 2026. Diskusi dipandu Ibu Retno Wulandari, Strategic Advisor & Brand Director PT Graha Mulya Wirastama (Owning Company The Sunan Hotel Solo).


Diskusi membahas pengembangan batik melalui inovasi, branding, akses pembiayaan, fashion, digitalisasi, serta peran generasi muda.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Mencanting Bersama yang dipimpin Ibu Vanessa Respati Ardi, sebagai simbol kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan batik. Acara juga menghadirkan Batik Moment, berupa peragaan busana koleksi Batik Saseti yang menampilkan batik dalam perspektif fashion dan lifestyle.

Kegiatan ditutup dengan Royal High Tea yang menyajikan jamuan khas The Sunan Hotel Solo sekaligus menjadi ruang networking bagi pelaku UMKM, komunitas, dunia usaha, pemerintah, dan industri kreatif.
Melalui kegiatan ini, The Sunan Hotel Solo mengajak semua pihak untuk tidak hanya melestarikan batik, tetapi juga menghidupkan, mengembangkan, dan menciptakan nilai baru bagi warisan budaya tersebut.
Media Contact:
Tika Ratna
Assistant Public Relations Manager
The Sunan Hotel Solo